Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aslikhah, Janda Miskin Tukang Pijat Keliling NAIK HAJI: Inilah Rahasia Amalannya!

Aslikhah, Janda Miskin Tukang Pijat Keliling NAIK HAJI
Aslikhah, tukang pijat keliling Naik Haji
JAMPE SUNDA - Bagi sebagian orang, hidup adalah perjalanan yang penuh liku-liku. Begitu pula dengan Aslikhah, seorang janda tangguh berusia 68 tahun yang menjalani hidupnya dengan penuh dedikasi dan semangat.

Ditinggal mati oleh suaminya 31 tahun silam, Aslikhah harus memikul beban berat untuk menghidupi tujuh anak kecil yang masih membutuhkan asuhan ibu. Namun, dalam kisah hidupnya yang memilukan, Aslikhah menemukan kekuatan dan rezeki melalui usaha yang tak lazim, yaitu berjualan jamu keliling sambil memberikan pijatan pada pembelinya.

Kisah Perjuangan Aslikhah

Aslikhah memulai langkahnya dengan berjualan jamu gendong keliling sambil berjalan kaki. Kreativitasnya tak berhenti di situ; ketika ada pembeli jamu, Aslikhah memberikan bonus pijatan pada mereka.

"Banyak yang cocok dengan pijatan saya," ungkapnya dengan senyum tulus.

Keahlian pijatnya membuat banyak penduduk di sekitar kota Jombang memilih menggunakan jasanya. Dari setengah enam pagi hingga pukul sepuluh malam, Aslikhah berkeliling dengan sepeda angin untuk mendatangi rumah warga yang membutuhkan jasanya. Setiap hari, ia memiliki target memijat hingga sepuluh orang untuk mencukupi biaya hidup anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan finansial.

Rahasia Kebugaran dan Kekuatan Aslikhah

Ditanya mengenai rahasianya agar selalu kuat, Aslikhah memberikan jawaban yang menarik. Ia mengaku bahwa kekuatannya berasal dari kegiatan rutin membaca beberapa surat Al-Qur'an setiap hari, antara lain surat Al-Waqiah, Al-Mulk, Ar-Rahman, permulaan dan akhir Al-Baqarah. Baginya, surat-surat tersebut adalah sumber kekuatan spiritual yang membuatnya tetap bugar dan penuh semangat.

"Kalau tidak membaca surat tersebut sehari saja, rasanya badan jadi lemas dan tidak kuat. Jadi mudah sedih, pokoknya ada yang kurang jadi tidak enak," terang Aslikhah.

Perjalanan Menuju Tanah Suci

Aslikhah, yang mulai mendaftar haji pada tahun 2010 menggunakan dana talangan, berhasil menunaikan panggilan suci tersebut sebagai bagian dari kloter 79 asal Jombang. Awalnya, uang sebesar 6.500.000 rupiah yang ia miliki digunakan untuk memperbaiki rumahnya yang sudah banyak berlubang. Namun, dorongan dari keluarga membuatnya memutuskan untuk mendaftar haji dengan dana talangan tersebut.

"Alhamdulillah, dana talangan tersebut sudah lunas dalam waktu 2 tahun," ujarnya dengan rasa syukur.

Meski sempat berhenti berkeliling memijat sejak anak bungsunya meninggal dunia pada tahun 2014, Aslikhah tetap berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan pijatnya setelah kembali dari tanah suci. Bagi Aslikhah, pijatan bukan hanya sekadar usaha mencari nafkah, tapi juga bentuk amal yang dapat mengumpulkan rezeki untuk berbagai kegiatan keagamaan.

"Saya kan juga ingin beramal, ikut kumpulan yasinan, manakiban, tahlilan, dan lain-lain. Semua itu membutuhkan biaya, dan inilah caranya," pungkas Aslikhah yang akan diterbangkan menuju tanah suci pada Selasa esok, pukul 02.30 WIB.

Dengan perjalanan hidupnya yang luar biasa, Aslikhah menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tetap kuat dan berkomitmen dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. Hidupnya adalah bukti bahwa kebaikan dan keikhlasan selalu mendapatkan balasan yang luar biasa dari Sang Pencipta.***