Aksi Perebut Seeng dan Pesona Pencak Silat Sunda: Memukau dan Berbudaya!
![]() |
| Parebut seeng |
JAMPE SUNDA - Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang salah satu kesenian tradisional Sunda yang memikat hati, yaitu "Parebut Seeng." Kesenian ini berasal dari Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, dan dulunya sering ditampilkan dalam acara pernikahan. Mari kita jelajahi lebih dalam tentang atraksi parebut seeng dan aksi pencak silat yang memukau dalam pertunjukannya.
Parebut Seeng: Kesenian Tradisional Sunda yang Estetik
Parebut seeng merupakan sebuah kesenian tradisional Sunda yang memiliki ciri khas tersendiri. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah kesenian ini bersifat estetik dan sarat makna dalam budaya Sunda. Gagasan untuk menggunakannya didukung oleh adanya upacara adat seeng, sebuah ritual yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat.
Berikut adalah video aksi Deni dan Ahmad Yadi dalam sebuah atraksi Parebut Seeng pada acara resepsi pernikahan di Desa Sumbersari Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta pada Minggu, 23 Juli 2023.
Prosesi Parebut Seeng
Acara parebut seeng dimulai dengan prosesi yang menarik. Sebuah kelompok pria datang ke tempat para wanita yang sudah menunggu. Usai sarkasme, mempelai laki-laki membawa serah terima hasil panen yang terkumpul di dongdang dan domba untuk diserahkan kepada orang tua calon pengantin perempuan. Prosesi ini merupakan bagian dari tradisi yang kental dengan nilai-nilai adat dan budaya Sunda.
Atraksi Memukau dalam Parebut Seeng
Keseruan parebut seeng tak berhenti di sana. Setelah penyerahan, para jawara berbaris maju ke tengah alun-alun. Dalam sebuah aksi licik, jawara yang masih gemuk menjadi yang pertama merebut seeng, yaitu perlengkapan untuk memasak nasi yang diikatkan di punggung jawara lain. Ini menambah daya tarik acara dan menampilkan aspek kelincahan serta ketangkasan para jawara.
Aksi Pencak Silat yang Menegangkan
Parebut seeng juga menampilkan aksi pencak silat yang memukau penonton. Dalam sesi adu jurus, sepasang jawara dewasa menggunakan seeng untuk memulai atraksi menegangkan ini. Tindakan merebut dan mempertahankan seeng menampilkan keahlian para jawara dalam seni bela diri tradisional Sunda. Mereka saling mengalahkan dan saling menendang untuk melumpuhkan lawan guna merebut seeng sang jawara lain. Durasi pertarungan dibatasi hingga lima menit, menambah intensitas pertunjukan ini.
Empat Macam Unsur dalam Kesenian Parebut Seeng
Dalam kesenian parebut seeng, terdapat empat macam unsur yang diapresiasi dalam pertunjukannya, yaitu:
1. Wiraga (gerakan silat)
Menampilkan gerakan-gerakan silat yang mengagumkan dan menunjukkan kelincahan para jawara dalam beraksi.
2. Wirasa (pengenalan, pembelajaran)
Parebut seeng juga berfungsi sebagai wadah pembelajaran dan pengenalan budaya serta adat-istiadat Sunda kepada generasi muda.
3. Wirahma (gerakan sesuai dengan irama penca gendang)
Keindahan gerakan para jawara dipadukan dengan irama gendang yang semakin menambah pesona pertunjukan ini.
4. Wira cipta (ciptaan yang menangkap jiwa)
Parebut seeng bukan sekadar aksi fisik semata, tapi juga mencerminkan jiwa kesenian dan budaya Sunda yang kental dengan nilai-nilai lokal.
Parebut seeng adalah sebuah kesenian tradisional Sunda yang memukau dengan atraksi perebutan seeng dan aksi pencak silat yang menegangkan. Pertunjukan ini tidak hanya bersifat estetik namun juga membawa nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang kaya bagi masyarakat Sunda. Dengan keindahan gerakan, intensitas pertarungan, dan makna yang tersirat di baliknya, parebut seeng berhasil menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton yang menyaksikannya.
Dengan demikian, semoga artikel ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang kesenian parebut seeng dan aksi pencak silat yang memukau dalam budaya Sunda. Mari lestarikan dan dukung terus kesenian tradisional Indonesia agar warisan budaya ini tetap hidup dan menjadi kebanggaan bangsa.****
