Jampe Menidurkan Anak atau Bayi. Kawih 'Ayun-ayun Ambing'
JAMPE SUNDA - Kawih ayun ambing di atas memiliki arti dan tujuan untuk menyuruh anaknya tidur. Zaman dulu khususnya orang Sunda tak asing dengan kata ayun ambing.
Ketika orang tua menyuruh anaknya tidur, dan anaknya itu di ayun-ayun pakai samping orang tua pasti akan menembangkan kawih ini.
Orang tua akan menidurkan anaknya dengan penuh kasih sayang sampai anak terlelap. Lagu ayun ambing menggambarkan aktivitas seorang ibu yang sedang meninabobokan dan menggendong anaknya.
Ayun Ambing dalam pengertian dan filosofinya adalah: Menimang anak orok dalam artian untuk menidurkan di pangkuan bapak, ibu, atau kakak baik dengan menggunakan samping (aisan) atau lengan sebagai penyanggah anak kecilnya.
Berikut adalah lirik kawih Ayun-ayun Ambing:
Ayun ambing ayun ambing
Diayunay-un ku samping
Maksud yang terkandung tiada lain adalah:
- Untuk menyatukan rasa batin, kasih sayang melalui kawih, kakawihan atau lagu dengan genre (Sundanis atau Arab) sehingga akan nampak chemistry rasa diantara keduanya antara yang ditimang dan yang menimangnya.
- Untuk mengistirahatkan raga tubuh dari kelelahan kreativitas anak/orok setelah kemungkinan” berpindah dari satu pangkuan ke pangkuan lain” akhirnya badan terasa nyeri, linu, atau pegal. Maka dengan ditimang si penimang mengurut atau mengelus dengan jari-jari tangannya ke punggung anak/orok yang ditimangnya.
- Ayun-ayun ambing yang memiliki nilai dan tujuan untuk menyuruh anaknya tidur sambil diayun-ayun pakai samping (merasa damai).
Alunan Kawih Ayun Ambing
Sumber
Agus Ahmad Wakih & Geri Syahril Sidik Universitas Perjuangan. 2020. Nilai Literasi Kakawihan untuk Mengasuh Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 20, Nomor 2. https://ejournal.upi.edu/index.php/BS_JPBSP/article/view/33058, diakses pada tanggal 21 Januari 2022.
